Dalam keputusan salahnya tersebut, gisel mengaku bahwa dirinya tidak ingin hidupnya berakhir seperti kedua orangtuanya, yang mempertahankan biduk rumah tangga dengan alasan demi anak.
“dulu, aku sempet mikir gitu nge-twist nya. Waktu aku ada masa di rumah tangga aku nih. Aku gak mau ah end up kayak orangtua ku yang harus bertahan demi aku (anaknya) ceritanya waktu itu memang.”ujar gisel
Gisel menceritakan bagaimana dirinya memilih keputusan salah tersebut. Ia memaparkan bahwa setiap pernikahan yang diambang perpisahan iblis memiliki peran kuat untuk memisahkan dan memberikan pemikiran-pemikiran negative, sehingga membuat pilihan yang diambil adalah keputusan yang salah.
“Waktu itu I don’t want to end up like that (seperti kedua orangtua gisel), tapi itu twist-nya iblis pinter banget sih, di twist-twist otak aku seakan-akan, ‘udah pisah aja,'” kata Gisel.
“Lu ngapain berkorban buat semuanya, seumur hidup loh, come on. Lu masih bisa tahu mendapatkan kebahagiaan, you deserve to be happy,” sambung Gisel dengan menyilangkan kedua tangannya.
Dia merasa bahwa pemikiran seperti itu adalah salah besar. Dirinya juga merasakan mendapat petunjuk saat mengikuti kelas pilates, dimana dalam kelas tersebut terdapat kata-kata yang mempengaruhi keputusannya dalam bercerai.
“like, oke you deserve to be happy, your body, your soul, terus kayak kalo sekarang dipikirin, sarap itu dulu kenapa kalimat itu jadi konfirmasi buat gua gitu.”
Saat ini, Gisella Anastasia diketahui sudah mengenal Tuhan dengan baik dan dirinya selalu melibatkan Tuhan disetiap detail keputusan yang ingin diambil ibu Gempi tersebut.