Sorotan24.com, Indonesia – Membahas mengenai alat musik tradisional tentu tidak akan ada habisnya. Namun, seiring perkembangan zaman, alat musik tradisional kini telah banyak ditinggalkan. Bahkan, peminatnya pun sangat sedikit. Tak hanya itu, kini para muda mudi lebih banyak beralih dengan alat musik modern bahkan para muda mudi tak banyak mengenal alat musik tradisional. Salah satu alat musik tradisional yang akan dipaparkan secara lengkap informasinya ialah alat musik idiophone. Lalu, apa sih itu alat musik idiophone?, darimanakah asal alat musik idiophone tersebut?, bagaimana cara memainkannya?, dan apa saja jenisnya?. Mari simak informasi berikut!
Pengertian Alat Musik Idiophone
Alat Musik Idiophone adalah alat musik yang menciptakan suara dengan getaran instrumen atau alat musik itu sendiri tanpa menggunakan aliran udara atau membran.
(Foto : blogspot.com)
Asal Alat Musik Idiophone
Alat musik idiophone berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia dan hal itu tergantung jenis atau nama dari alat masing-masing alat musik berjenis idiophone tersebut.
Seperti misalnya, alat musik idiophone yang berasal dari Sumatera Utara yakni Aramba.
Baca Juga :Profil Lengkap Seorang Nadirsyah Hosen, Sang Akademisi Indonesia Di Monash University
Berbagai Jenis Alat Musik Idiophone (Asal Provinsi, Cara Memainkan, Terbuat Dari)
Terdapat berbagai jenis alat musik idiophone dan juga beragam cara untuk memainkannya.
Lalu, apa sajakah jenis-jenis dari alat musik idiophone dan bagaimana cara memainkannya? Mari simak informasi berikut!
Nama Alat Musik | Asal | Cara Memainkan | Terbuat Dari | Gambar |
Aramba | Sumatera Utara | Memukulkan pada bagian Aramba menggunakan alat pemukul yang berbentuk seperti Stik. | Tembaga, kuningan, suasa dan nikel | |
Bende | Lampung | Dipukul pada bagian pusat alat musik bende yakni pada tonjolan bulat pada alat musik tersebut. | Tembaga atau perunggu khusus | |
Angklung | Jawa Barat | Dengan cara memegang ujung tabung dasar angklung (horizontal) dengan tangan kanan dan menggetarkan dengan getaran ke kiri dan ke kanan, dengan posisi angklung tetap tegak (horizontal). | Bambu | |
Bonang | Jawa Tengah | Dipukul dengan menggunakan pemukul khusus yang terbuat dari kayu yang dilapisi dengan kain atau karet. | Logam-logam seperti kuningan, perunggu, atau besi | |
Genceng | Bali | Diletakkan pada kedua telapak tangan kemudian ditepuk. | Kayu nangka dan tembaga |