Darah Tinggi Vs Darah Rendah, Mana yang Paling Berbahaya?

Darah Tinggi Vs Darah Rendah

Sorotan24.com, Indonesia – Terdapat dua jenis tekanan darah tidak normal yang biasa kita kenal dengan tekanan darah rendah dan darah tinggi. Tekanan darah normal merupakan hal penting dan perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan tubuh. Hal tersebut dikarenakan tanpa adanya tekanan darah maka darah pada tubuh tidak dapat mengalir dengan baik sehingga oksigen dan nutrisi tidak dapat dialirkan ke setiap jaringan dan organ tubuh.

Kedua jenis tekanan darah tidak normal ini dapat menyebabkan penyakit yang sangat membahayakan tubuh. Lalu mana yang lebih berbahaya? Tekanan darah tinggi atau tekanan darah rendah? Simak penjelasannya berikut ini.

Baca Juga : Turun 5 Kilogram Dalam Seminggu! Ini Dia Fakta Diet Ekstrim Ala IU

Hipertensi: Tekanan Darah Tinggi

Sumber: thinkstockphotos

Melansir alodokter.com, dikatakan bahwa nilai tekanan darah normal pada orang dewasa berkisar pada angka 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg sedangkan pada kondisi tekanan darah tinggi, penderitanya akan mengalami kondisi dimana tekanan darah mereka melebihi angka 140/80 mmHg.

Hipertensi menjadi penyakit yang paling umum diderita masyarakat di dunia. Data WHO tahun 2019 bahkan menyatakan bahwa terdapat sekitar 1,1 miliar orang di seluruh dunia yang menderita hipertensi. Untuk Indonesia, hasil dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 menyatakan bahwa 25,8% penduduk Indonesia mengalami hipertensi.

Hipertensi biasa disebabkan oleh faktor genetik maupun kondisi kesehatan tertentu seperti obesitas atau diabetes. Adapun juga hipertensi yang disebabkan gaya hidup yang tidak sehat seperti mengonsumsi alkohol atau sering mengonsumsi makanan dengan kadar garam yang tinggi.

Gejala hipertensi yang biasa muncul adalah pusing, sakit kepala, pandangan kabur, badan terasa lemas, nyeri pada dada, pernafasan terasa sulit (sesak), jantung yang berdebar, sering mimisan, merasa mual.

Banyaknya gejala hipertensi ini tentunya bisa berakibat fatal apabila tidak terkontrol. Hipertensi biasa dapat berkembang menjadi hipertensi maligna. Hipertensi tersebut memiliki risiko munculnya penyakit komplikasi berbahaya seperti stroke, penyakit ginjal, ataupun penyakit jantung koroner.

Hipotensi: Tekanan Darah Rendah

Sumber: Suara.com

Jika sebelumnya hipertensi memiliki kondisi peningkatan tekanan darah dengan angka melebihi 140/80 mmHg, maka untuk penderita hipotensi akan mengalami kondisi tekanan darah di bawah 90/60 mmHg.

Kondisi hipotensi ini cukup jarang terjadi. Kondisi tekanan darah rendah ini cenderung terjadi pada orang yang memiliki aktivitas fisik yang cukup intens atau sering melakukan olahraga berat. Hipotensi juga bisa disebabkan oleh efek samping obat-obatan atau hipotensi ortostatik sampai kondisi medis tertentu seperti dehidrasi, pendarahan, malnutrisi, hingga masalah jantung.

Hipotensi memiliki gejala yang hampir sama dengan hipertensi. Gejalanya yaitu pusing, merasa mual, badan lemas, pandangan buram, kehilangan keseimbangan, jantung sering berdebar sesak napas, pingsan, sulit berkonsentrasi, kulit pucat dan dingin. Sama seperti hipertensi, hipotensi juga dapat menimbulkan risiko berbahaya yaitu syok yang merupakan kondisi dimana penderita hipotensi mengalami tekanan darah yang berkurang secara drastis sehingga tubuh tidak mendapat oksigen yang cukup.

Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada banyak fungsi organ seperti otak, ginjal hingga jantung. Kondisi ini memerlukan penanganan lebih lanjut dari dokter ahli. Jika dibiarkan, kondisi ini akan menyebabkan timbulnya komplikasi bahkan kematian.

Mana yang Lebih Berbahaya?

Tekanan darah tinggi dan darah rendah ternyata memiliki akibat yang berbeda-beda namun sama bahayanya. Bahkan pada kemungkinan terburuknya, kematian dapat menjadi salah satu akibat paling fatal dari kedua gangguan kesehatan ini. Maka dari itu, ketika kalian mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas atau bahkan mengalaminya dalam kurun waktu yang lama, segeralah melakukan pemeriksaan. Dengan adanya pemeriksaan, maka kita akan mengetahui secara pasti kondisi kesehatan kalian serta bagaimana tindak lanjut yang perlu dilakukan.

Sekarang kalian sudah mengetahui penyebab, gejala, sekaligus akibat dari hipertensi dan hipotensi kan? Jadi, jangan menunggu sampai kalian merasakan gejala-gejala tersebut. Kalian juga bisa menghindari kedua penyakit ini dengan memulai hidup yang lebih sehat dengan hal-hal kecil seperti mengatur pola makan yang benar atau melakukan olahraga singkat di rumah kalian.

Jangan lupa untuk share artikel ini ya!

 

Follow Us
Instagram

Leave a Reply

Your email address will not be published.