Mengenal Lebih Lanjut Mengenai Ibadah Haji Beserta Sejarahnya

ibadah haji-1

Sorotan24.com, Indonesia – Menunaikan ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang dilakukan oleh umat muslim yang mampu.

Mampu yang dimaksudkan berarti tidak hanya secara fisik dan waktu, tetapi juga dari segi biaya pula. Secara bahasa, haji berarti mengunjungi suatu tempat.

Sedangkan dalam Islam, haji ke Mekkah berarti mengunjungi Ka’bah dengan maksud beribadah kepada Allah dengan cara tertentu pada waktu yang telah ditentukan.

Tujuan haji adalah untuk menegakkan tauhid dan untuk selalu taat dan tunduk kepada Allah.

Ibadah haji terbilang istimewa, karena hanya dapat dilaksanakan di Tanah Suci Mekkah dan di waktu bulan Zulhijah.

Setiap tahun, jutaan Muslim dari seluruh dunia datang ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji.

Lantas, bagaimana sejarah ibadah haji yang sekarang dilakukan umat Islam?

 

Baca Juga : Mengenal Lebih Lanjut Mengenai Sejarah Idul Adha

 

Perintah Ibadah Haji Berasal Dari Siapa?

ibadah haji-2
(Sumber : freepik.com)

Haji pertama kali diperintahkan oleh  Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim dipercayakan oleh Allah untuk membangun Ka’bah di Mekkah bersama putranya, Nabi Ismail.

Ka’bah adalah tempat ibadah pertama sekaligus kiblat bagi umat Islam di Mekkah di tengah Masjidil Haram.

Setelah pembangunan Ka’bah selesai, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru manusia menunaikan ibadah haji.

Nabi Ibrahim kemudian naik ke sebuah bukit di selatan Kabah atau Jabal Qubays, sembari menyerukan perintah ibadah haji dari Allah.

Setelah itu, Malaikat Jibril mengajak Nabi Ibrahim dan menunjukkannya Bukit Shafa, Marwah, hingga perbatasan Tanah Haram, untuk diletakkan batu-batu.

Sejak saat itu, Nabi Ibrahim melakukan haji setiap tahun sampai kematiannya, ia menunaikan ibadah haji sesuai dengan tata cara yang diajarkan. Ritual haji tetap dilanjutkan oleh putranya, Nabi Ismail.

Haji Periode Sebelum Islam

ibadah haji-3
(Sumber : bacaanmadani.com)

Seiring waktu, setelah kematian Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, metode dan tujuan haji diubah oleh orang-orang Arab.

Mereka menyekutukan Allah dengan patung dan berhala yang ditempatkan di sekitar Ka’bah dan di Tanah Haram.

Bahkan, suasana Ka’bah saat waktu haji di Mekkah seperti sirkus. Syiar-syiar haji berubah menjadi tepuk tangan, siulan orang, dan suara terompet.

Tak hanya itu, darah dari penyembelihan hewan kurban dipercikan di ka’bah saat ritual kurban.

Tradisi yang jauh menyimpang dari ajaran Nabi Ibrahim dan Nabi Isa ini berlangsung selama lebih dari 2.000 tahun.

Diperbarui Oleh Nabi Muhammad

ibadah haji-4
(Sumber : freepik.com)

Tradisi menyimpang masyarakat Arab jahiliyah baru berubah setelah datangnya Nabi Muhammad, nabi terakhir yang diutus Allah.

Pada masa nabinya, Nabi Muhammad diutus untuk memperbaharui Syariat Nabi Ibrahim dan meluruskan kekeliruan tradisi ribuan tahun masyarakat Arab yang jahiliyah.

Pada masa Nabi Muhammad, Kabah dikembalikan sebagai tempat suci hamba Allah.

Berhala-berhala Ka’bah dihancurkan dan ritual haji di Mekkah yang sebenarnya pada masa Nabi Ibrahim dihidupkan kembali.

Pada masa Nabi Muhammad, semua ritual pra-Islam yang menyimpang telah dihapuskan, dan tujuan utama haji sebenarnya, yaitu untuk mendukung tauhid dan untuk selalu tunduk dan taat kepada Allah, ditekankan kembali.

Sebagian ahli menyebut bahwa ibadah haji diwajibkan pada tahun 6 Hijriah atau sektar 627 Masehi.

Sedangkan Nabi Muhammad melaksanakan ibadah haji untuk pertama kalinya pada 9 Hijriah.

Sebenarnya, Nabi Muhammad telah berangkat haji pada 6 Hijriah, tetapi gagal melaksanakannya karena terhalang kaum kafir Quraisy.

Akhirnya, setelah dilakukan Perjanjian Hudaibiah, Nabi dapat melaksanakan umrah pada 7 Hijriah dan ibadah haji pada 9 Hijriah.

Semasa hidupnya, Nabi Muhammad naik haji sebanyak satu kali dan umrah empat kali.

Sejak saat itu, setiap bulan Zulhijah, umat Muslim akan berbondong-bondong menuju Batullah untuk melaksanakan ibadah haji.

Seiring perkembangan zaman dan pertambahan jumlah jemaah haji, berbagai fasilitas terus dibangun dan pemerintah Arab mengorganisir calon jemaah haji dari berbagai negara.

 

Follow Us
Instagram
 | Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published.