Sahabat Nabi Abu Bakar Ash-Shiddiq yang Setia, Simak Kisahnya

sahabat nabi-1

Sorotan24.com, Indonesia – Sahabat nabi Abu Bakar Ash-Shiddiq bernama lengkap Abdullah bin Utsman (Abu Qahafah) bin Amir bin Amru bin Ka’ab bin Sa’d bin Tamim bin Murrah bin Lu’ai bin Ghalib bin Fihr al-Tamimi al-Quraisyi dan lahir di Mekkah pada tahun 572 M.

Sebelum memeluk Islam, Abu Bakar dikenal dengan nama Abdul Ka’bah, kemudian mengganti nama menjadi Abdullah setelah masuk Islam.

Dilansir melalui buku karya Salih Suruc, Abu Bakar dan Rasulullah SAW mungkin pernah tinggal bersama di dataran Tinggi Bani Saad selama satu atau dua tahun semasa kecil. Hal inilah yang melahirkan persahabatan dan kedekatan antara keduanya.

Kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA berlangsung selama 2 tahun 3 bulan, seperti yang dikutip dari Buku Kisah Hidup Abu Bakar al-Shiddiq. Ia adalah seorang khalifah pertama dan menjadi satu-satunya yang disebut sahabat Rasulullah oleh Allah SWT.

Julukan “Sang Sahabat” termaktub dalam firman Allah QS. At-Taubah ayat 40:

إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ثَانِىَ ٱثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِى ٱلْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَٰحِبِهِۦ لَا تَحْزَنْ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُۥ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلسُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِىَ ٱلْعُلْيَا ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya: Jika kau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekkah) mengeluarkannya (dari Mekkah) sedang ia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada sahabatnya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.”

Ahli tafsir sepakat bahwa kata ‘sahabat’ tersebut ditujukan pada Abu Bakar Ash-Shiddiq yang menemani Rasulullah SAW di gua dalam perjalanan hijrah ke kota Madinah.

Selain ucapan dan tindakan kejujurannya, Abu Bakar selalu mengakui dan membenarkan para rasul sepanjang hidupnya ketika diangkat menjadi nabi. Oleh karena itu, ia selalu memiliki gelar setelah namanya, Ash-Siddiq. Ini berarti jujur dan benar.

Awal Mula Adanya Perjanjian Hudaibiyah

sahabat nabi-2
(Sumber : freepik.com)

Suatu hari, di Mekkah, Abu Bakar dikabarkan dipukuli oleh orang-orang musyrik hingga berdarah dan tak berdaya. Dia dibawa ke rumahnya oleh salah satu Banu Tamim.

Sore harinya, Abu Bakar tersadar dari pingsannya. Namun, hal pertama yang ia tanyakan pada orang-orang sekitarnya adalah:

“Apa yang sedang dilakukan Rasulullah SAW?”

Tidak ada yang menjawab hingga seseorang menemui ibunya, Ummu al-Khair. Bahkan ibunya tertegun melihat kondisi putranya. Namun, Abu Bakar kembali menanyakan pertanyaan yang sama pada ibunya.

Hingga bibi Rasulullah, Ummu Jamil menemuinya dan mengabarkan bahwa Rasul dalam keadaan sehat walafiat. Abu Bakar pun kembali bertanya:

“Di manakah Beliau saat ini?”

“Di rumah Ibn Abi al-Arqam,” jawab Ummu Jamil.

Namun, Abu Bakar tetap bersikukuh untuk menemui Rasul dan menjawab, “Demi Allah, aku tidak akan makan atau minum hingga aku bertemu Rasulullah dan mengetahui keadaannya.”

 

Baca Juga : Digitalisasi Perguruan Tinggi yang Telah Diterapkan Oleh Ribuan PTS

 

Suatu ketika seperti yang dilansir dalam buku Biografi Abu Bakar ash-Shiddiq oleh Dr. Muhammad Husain Haikal dan Abdul Kadir Mahdamy, Rasulullah bersama para sahabat pergi ke Mekkah. Rasul berseru kepada kaum Quraisy bahwa kehadirannya hanya untuk menunaikan haji bukan berperang.

Penolakan dari kaum Quraisy inilah yang membuat adanya perjanjian Hudaibiyah, perjanjian persahabatan antara utusan Quraisy dan Rasulullah. Namun, isi perjanjian menuai protes dan amarah dari pihak kaum muslimin.

Bahkan Umar bin Khattab pun mengkritik isi perjanjian tersebut.

Abu Bakar Ash-Shiddiq bersikap berbeda, namun ia tetap mendukung dan yakin bahwa sikap Rasulullah akan membawa hikmah di masa depan. Sampai dan setelah Surat Al-Fath diturunkan, umat Islam percaya bahwa mereka ada di pihak pemenang.

Sahabat Nabi Abu Bakar Menjaga Rahasia Rasulullah SAW

sahabat nabi-3
(Sumber : tirto.id)

Kisah berikutnya saat Rasulullah sedang sakit keras dan pergi ke masjid untuk menemui kaum muslimin. Rasul pun berkata yang ditujukan pada Abu Bakar:

“Aku tidak mengetahui seseorang yang persahabatannya paling dekat denganku, kecuali dia. Seandainya aku diperkenankan untuk mengambil seorang hamba Allah sebagai sahabat sejati (khalil), pasti aku akan menunjuk Abu Bakar. Persaudaraan dan persahabatan serta keimanan kita kepada Allah SWT akan menyatukan kami di sisi-Nya kelak.”

Diceritakan dalam tulisan Ahmad Abdul ‘Al Al-Thatawi dalam buku 150 Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq, kesetiaan Abu Bakar Ash-Shiddiq pada Rasulullah ditunjukkan dengan keteguhannya dalam menjaga rahasia Rasullah SAW.

Putri Umar bin Khattab, Hafshah binti Umar menjadi janda karena suaminya meninggal saat Perang Badar. Umar bin Khattab pun menemui Abu Bakar dan berkata:

“Jika engkau mau, aku akan menikahkanmu dengan Hafshah,” kata Umar.

Namun, Abu Bakar tetap diam dan tidak menanggapi kemarahannya. Hingga beberapa hari kemudian, Rasulullah SAW  melamar Hafshah, dan Umar menikahkannya dengan Hafshah.

Kemudian Abu Bakar menemui Umar dan menanyakan apakah Umar marah dengan sikapnya saat itu.

“Sesungguhnya aku tidak bermaksud menolakmu, karena aku tahu Rasulullah SAW telah menyebut-nyebut nama Hafshah, tetapi aku tidak mungkin membuka rahasia beliau kepadamu,” ujar Abu Bakar pada Umar bin Khattab.

 

Follow Us
Instagram
 | Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published.